Selasa, 10 Oktober 2017

Sejarah Museum Dirgantara

Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala" adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara untuk mengabadikan peristiwa bersejarah dalam lingkungan TNI AU, bermarkas di kompleks Pangkalan Udara Adi SutjiptoYogyakarta. Museum ini sebelumnya berada berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta dan diresmikan pada 4 April1969 oleh Panglima AU LaksamanaRoesmin Noerjadin lalu dipindahkan ke Yogyakarta pada 29 Juli 1978.
Fakta singkat: Didirikan, Lokasi …
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Didirikan4 April 1969
LokasiKomplek TNI AU Lanud Adi Sutcipto, Jl Raya Solo - Yogyakarta, Yogyakarta.
JenisMuseum
Tutup
Pesawat Nakajima Ki-43 Oscar milik AURI di Museum Dirgantara Mandala
Alamat Museum, Komplek Pangkalan TNI AU Lanud Adisutjipto, Yogyakarta Telp. 0274 - 484 453, Jam Kunjungan: Senin - Minggu 08.30 - 15.00.

Sejarah Museum

Atas gagasan pimpinan TNI AU, maka didirikanlah Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” sebagai tempat untuk mengabadikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dan peristiwa bersejarah di lingkungan TNI AU. Museum ini telah diresmikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara LaksamanaRoesmin Noerjadin. Awalnya, museum berada di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta. Akan tetapi, museum kemudian dipindahkan ke Yogyakarta karena dianggap sebagai tempat penting lahirnya TNI AU dan pusat kegiatan TNI AU. Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala”, terutama Alutsista Udara berupa pesawat terbang yang terus berkembang sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung dan pertimbangan lokasi museum yang sukar dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI-AU memutuskan untuk memindahkan museum ini lagi.
Pimpinan TNI-AU kemudian menunjuk gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisutjipto yang pada masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logisitik sebagai Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Pada tanggal 17 Desember 1982Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan surat perintah Kepala Staf TNI-AU No.Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung ini untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 29 Juli 1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan penggunaan gedung yang sudah direnovasi tersebut sebagai gedung Museum Pusat TNI AU “Dirgantara Mandala” dengan luas area museum seluruhnya kurang lebih 4,2 Ha. Luas bangunan seluruhnya yang digunakan 8.765 M2.

Koleksi museum

Rudal SA 75 milik Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala
Kamera K-24 dibuat oleh Amerika tahun 1944. Kamera ini menjadi koleksi Museum Dirgantara Mandala sejak tahun 1978.
Museum ini menyimpan sejumlah foto tokoh-tokoh sejarah serta diorama peristiwa sejarah Angkatan Udara Indonesia. Sejumlah pesawat tempur dan replikanya juga terdapat di museum ini yang kebanyakan berasal dari masa Perang Dunia II dan perjuangan kemerdekaan, diantaranya:
  • Pesawat Ki-43 buatan Jepang
  • Pesawat PBY-5A (Catalina).
  • Replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia)
  • Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
  • Pesawat pembom B-25 MitchellB-26 InvaderTU-16 Badger.
  • Helikopter Hillier 360 buatan AS.
  • Pesawat P-51 Mustang buatan AS.
  • Pesawat KY51 Cureng buatan Jepang.
  • Replika pesawat Glider Kampret buatan Indonesia.
  • Pesawat TS-8 Dies buatan AS.
  • Pesawat Lavochkin La-11, Mig-15MiG-17 dan MiG-21 buatan Russia.
  • Rudal SA-75
Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala baru-baru ini mendapat tambahan koleksi berupa Prototype Bom sejumlah 9 buah buatan Dislitbangau yang bekerjasama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari. Bom-bom tersebut merupakan bom latih (BLA/BLP) dan bom tajam (BT) yang memiliki daya ledak tinggi (high explosive), sebagai senjata Pesawat Sukhoi Su-30F-16F-5Sky HawkSuper Tucano dll.

Koleksi Unggulan Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang terpamerkan di dalam Pusat TNI AU Dirgantara Mandala. Koleksi unggulan Pusat TNI AU Dirgantara Mandala adalah sebagai berikut:
  1. Pesawat "Cocor Merah", si Cocor Merah merupakan nama panggilan populer untuk Pesawat Mustang P-51 buatan Amerika. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat tempur terbaik pada Perang Dunia II
  2. Helikopter Hiller 360, helikopter pertama yang dimilki oleh Republik Indonesia setelah meraih kemerdekaan. Helikopter ini didatangkan ke indonesia pada Desember 1950 dan digunakan oleh Presiden Soekarno sebagai helikopter kepresidenan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA

Sistem Pemerintahan di Indonesia Pengertian Sistem Pemerintahan, bentuk negara, bentuk kenegaraan, bentuk pemerintah, dan bentuk pemerintaha...